Kamis, 03 Juli 2014

Google Glass Dilarang Masuk Bioskop Inggris

Google Glass kembali menuai kontroversi. Bagi para pemilik Google Glass di Inggris saat ini terkena larangan untuk menggunakan gadget "kacamata pintar" mereka ketika memasuki bioskop. Hal ini sehubungan dengan kemampuannya yang bisa merekam gambar apa saja yang dikehendaki oleh pengguna sehingga dikhawatirkan film bisa dibajak.

Google Glass Dilarang di Bioskop Inggris

Kecanggihan teknologi tidak selalu mendapat respon positif dari semua pihak, terlebih ketika "sesuatu" yang canggih tersebut dapat mengganggu privasi seseorang. Hal inilah yang dialami oleh Google Glass sebagai gadget berbentuk kacamata yang menawarkan banyak fitur canggih yang dulu hanya bisa kita bayangkan ketika melihat film fiksi ilmiah.

Dengan desain minimalis dan mudah disembunyikan membuat penyalahgunaan Google Glass memungkinkan untuk terjadinya pelanggaran hak cipta. "Semua penonton yang kedapatan menggunakan teknologi yang dapat merekam gambar akan diminta untuk menanggalkannya dan diminta untuk keluar dari bioskop," terang Cinema Exhibitor's Association (CEA) di Inggris menurut pemberitaan PhoneArena.

Pada bulan sebelumnya, keberadaan Google Glass di sebuah bioskop Alamo Drafthouse, Amerika Serikat, juga mengalami kejadian serupa. Mereka melarang pemilik kacamata pintar tersebut memakainya ketika memasuki gedung bioskop mereka.

Meskipun para pemilik Google Glass meng-klaim bahwa baterai yang mereka gunakan hanya mampu bertahan selama 45 menit sehingga tidak mungkin untuk merekam keseluruhan film, namun dengan teknologi bootlegger diketahui dapat menggabungkan beberapa gambar film kemudian menyatukannya kembali ke sebuah DVD.

Seminggu yang lalu Google Glass versi Beta Explorer Program mulai dijual untuk umum dengan usia diatas 18 tahun di Inggris dengan harga $1.700 atau sekitar Rp. 20.340.000 (Dua Puluh Juta Tiga Ratus Ribu Rupiah) pada nilai konversi dollar ke rupiah saat ini.